15 Januari 2013

­Hanya Surat Rindu



  Hai, Jun. Apakabar ?
Lucu ya, jika aku selalu menanyakan ini..
Lebih lucunya jika pertanyaan-pertanyaan kecil ini tak lagi mampu terjawab. Mungkin ini pertanyaan ter-sulit yah, bagimu ?. hehe.

  Ohya, kamu lagi apa ketika membaca surat ini ? Jangan jawab kau sedang mebaca surat ini lagi ya, seperti biasanya. Hahaha. Iya, biasanya kamu-kan selalu aku tanya. "lagi ngapain Jun?" ketika aku masih sering melakukan panggilan ke-ponselmu. "lagi telponan" jawabmu lucu.

  Jun, kamu tau gak ? Saat ini, ntah kenapa rasa aku padamu semakin pekat. Aku gak tau ini perasaan apa. Perasaan ini muncul setelah kamu mulai menghilang... Hey, dulu aku sempat berniat melupakanmu. Ini serius, tapi... Yah, seriusku emang kadang ngaco. Mana ada serius pakai tapi. Semakin aku punya niat tuk tak lagi memikirkanmu. Semakin rasa kosong tak bergeming. Ketika itu gumamku selalu. "tentang apa ini?" Yah, itu masih tentangmu kurasa.

  Dan kini sudah aku putuskan, aku bertahan sekuat, semampu dan semauku. Hey lagi Jun, belakangan aku sering terlambat makan. Apa kau ingat alasan ini ? Hehe... "sudah makan" tanya kecilmu "aku mau makan jika aku di ingatkan dulu" jawabku sebanyolku. Yaah itu memang jalanku untuk begitu. Sampai sekarang sudah jarang ada yg ngingatin aku makan. Mungkin ini juga salah satu alasan mengapa aku tak bisa tanpamu. #eaa.

  Soal makanku gk usah kamu pikirkan. Aku mulai terbiasa sekarang tanpa kata-kata pengingat itu. Seperti biasanya aku merindukanmu. Hehe. Mending kamu pikirkan saja niatmu ke-kota impianmu itu.. Eh, iya, bagaimana dengan niatmu yg ingin ke-kotaku ? Apa itu jadi..? Aku berharap loh, ku usahain deh cari vespa pintamu. Tapi kelihatannya kamu sibuk ya, gapapa... Yang penting kamu wujudkan saja mimpimu ke-negri sakura itu. Soal kekotaku itu sih urusanmu .. Bweek :p

  Ah.. Ah..Ah.. Sudahlah, ngelantur lagikan akunya. Yg penting aku mau kamu tetap sehat ya... Jangan telat-telat ya makannya, apalagi sampe lupa. Lupa nafas juga, jangan. Nanti mati #PLAK. Aku juga mau makan, ketika surat ini aku tuliskan, tadi ada yg mengirim pesan diponselku. Sepertinya ini ayah. Ohya, terakhir, 'jika' jadi kamu ke-kotaku. Aku bolehkan memintamu memasakan dadar telur yg pernah aku ceritakan, kan ?

Kutunggu balasanmu. Dari 'Aku' untuk 'Kamu'
Salam Rindu padamu yg aku tak pernah tau siapa kamu.



Pengikut BEGO-BLOG