14 Januari 2014

Tips: Mencari Kado!



http://www.baka-raptor.com/wp-content/uploads/2008/12/christmas_present.jpg

  "Bagaimana dengan tahun 2013? adakah sesuatu yg telah kau capai. Rambun" 

   Kalimat diatas seharusnya yang menjadi postingan gue kali ini. Tapi, ini sudah sangat terlambat untuk mengucapkannya. Sudah tahun 2014, tahun dimana tahun setelah 2013 (oke ini gak penting).

  Gue liat, begitu banyak postingan dari teman teman bloger yang isinya "Rencana untuk Tahun 2014 - dan sejenisnya" Buaknnya gue gak mau ikutan bikin rencana untuk tahun ini, atau apalah namanya Revolusi, Resolusi, Reformasi, Removeisasi.  Gue gak ngerti yang begituan. Bukannya gue sok sokan anti mainstream tapi memang bingung aja kalau rencana gue, gue umbar-umbar gitu. Takutnya ketahuan deh rencana gue dan gue bakalan kalah di medan perang nanti [?]

#HALAH

  Mumpung ini awal bulan di tahun 2014 ini dan kedepannya, pastinya bakalan banyak kan kita ngasih kado buat orang orang yang pantas kita kasih kado? Semisal, pacar gitu. Heuheu. 
Mumpung masih banyak, temen, atau keluarga atau siapa saja yang masih menunggu hari kelahirannya di tahun ini, gue mau bikin tips: mencari kado!. 

  Kado, adalah berupa hadiah untuk (biasanya) di hari-hari tertentu seperti Ulang Tahun, Acara Balekan Sama Mantan atau Anniversary sama pacar yang bahkan dibikin tiap bulannya. Huft. 


Langkah Pertama: 
 Langkah pertama yang harus dipikirin itu adalah untuk "siapa" "apa" dan "bagaimana" kado ini diberikan. Namun, "bagaimana" adalah Langkah Terakhir

 1. "Siapa" Untuk siapa kado ini?

a. Keluarga atau Teman: Kalau mau mencari kado untuk keluarga atau teman, carilah kado yang 
   benar-benar bermaanfaat atau benar-benar yang bisa si penerima gunakan. 

    Carilah yang sesuai kebutuhan!

b. Pacar: Kalau yang ini, gak terlalu repot mencarinya, sebab kita dianggap sah jika isi kado ditanya dulu ke 
   pacar. Kenapa? Biasanya, kalau pacar kan blak blakan tuh, jadi kalau kita sampai ngasih dengan yang tak 
   sesuai harapan dia, bisa aja si pacar ngambek. (udah pernah kejadian soalnya - dulu)

   Kalau masih pacar yang gak blak blakan itu, mending putusi deh, kasih ke yang lebih membutuhkan. :P
c. Mantan: Wah! ini paling susah! Paling sensitif! Pokoknya paling nguras otak banget! Sebab kita gak bisa 
   nanya apa maunya. Kita diuji disini, seberapa tahukah kita tentang mantan? Seberapa perhatian kita sama 
   mantan? Seberapa -bla bla bla-nya kita sama mantan?

  Ya! Disini yang dibicarakan adalah mantan yang masih disayang. Kalau gak sayang ngapain dikasihin kado. 
  Jual aja di TokoLoak-online :)))

 2. "Apa" Apa yang akan diberikan? Apa yang dikira pantas? 

   a. Keluarga atau Teman: Kado untuk keluarga atau seperti yang ditulis di atas. Carilah kado yang
       benar-benar dibutuhkannya, bisa caritahu ke yang lain. Misal buat keluarga nih, buat Ibu. Kita bisa
       nanya ke Ayah, Kakak, Atau adik. harus di rundingkan.. apapun itu hasil keputusannya, maka
       KADOIN!! Buat teman juga gitu, cari tau keteman lainya, rundingkan lalu KADOKAN! Masa gak
        bisa sih? Hhe.

   b. Pacar: Gampang mah, tinggal sms, bbm, WA, atau Line juga bisa "Beb, kamuh mau aku beliin apa 
       diulang tahun kamu ke xx?" "aku mau dibeliin ini beb" "oke" Cuih, gampang!
   
   c. Mantan: Buat mantan emang rada ribet, butuh otak kayak yang gue tulis tadi. Gue bikin tab khusus 
       untuk ini!


                --------------------------------------MANTAN--------------------------------------

Ini langsung dari kisah temen gue yang bingung mau cari kado buat mantan yang "katanya" paling dia sayang. 

  Sore hari, di tengah tidur siang bekas begadang semalaman karena kerja beberapa hari yang lalu, gue dibangunkan oleh adik gue paling kecil "bang.. bangun, ada teman abang tuh" kata adek gue sambil matiin kipas angin yang gue hidupkan untuk penghalau nyamuk nakal di siang hari. Mau gak mau gue bangun, dan gue lihat siapa sih yang gangguin waktu paling bahagia gue. Tidur.
  
  Gue liat, Ilham, teman gue yang gue kenal dari dulu dengan muka kusutnya bak anak ayam kehilangan PSP-nya. 

  Gue: "kenapa? muka lu dengan keset gak ada bedanya. Kotor" sambil gue lap lapin muka gue ke keset 
         selesai cuci muka. 
 Ilham: "Ikut bentar! bantuin gue cari kado buat Mantan dong" 
           (namanya gak gue sebut karena ada beberapa alasan dan lain hal)
 Gue: "HAAAAAAH? lu bangunin gue cuma buat hal yang gak peting beginian?" 

 Ilham: "Cepatan aja begok! Udah mau senja nih, nanti tokonya tutup lagi" 

  Dengan tampang baru bangun tidur, ditambah masih pakai pakaian tidur (baju You can see a.k.a Sinlet alias baju basket) dan celana pendek, gue bergegas ke kamar ngambil celana panjang (baju masih baju yang gue pakek buat tidur) 

  Sore itu, kami berkeliling di daerah Panam, salah satu daerah tempat anak muda kece kelas standar berkeliling buat ngabisin waktu di Pekanbaru. Namanya JJS (Jalan Jalan Sore. red). 

*diatas motor*
  Gue: "sekarang lu mau ngajak gue dimana?"
  Ilham: "kemana maksud lu?"
  Gue: "terserah mana baik lu lah, jadi kita kemana?"
  Ilham: "ke kost-an temen gue, mau minjam duit"

  Gue: [?] "lu mau beli kado, tapi belum punya duitnya? parah"
  Ilham: "dana gue cair minggu depan nyet. Udah lu diem aja"
  Gue: [diem]


*gue mikir*
  Gue: "eh nanti malam gue kerja, udah langsung ke toko apa gitu buat belik kadonya, uangnya bisa pakek 
            uang gue dulu"
  Ilham: "ada berapa uang lu?"
  Gue: "udah cepetan. NYET"
  Ilham: "OKE!" 

  Roda 2 Honda Supra Injeksi pun melaju dengan bablasnya~


[Kemudian Hujan]

   Perjalanan kami sedikit terhambat karenanya. Disebuah warnet kami mencoba untuk berteduh dari ganasnya keroyokan air yang datang dari langit membuat bumi yang kami pijaki ini mendingin seketika. Gigil badanku mempertegas suasana hati yang tak berpenghuni ini. JOMBLO!! teriak kampret kampret dalam maya. 

  Pilihan kami tertuju untuk menunggunya sambil ngonlen di warnet dalam 1 bilik berdua, menunjukkan betapa ramainya warnet ini. 

 Gue: "lalu.. "
 Ilham: "Kado!" 
           (sedikit berteriak mengagetkan gue, tanpa sadar ia memotong pembicaraan yang ingin gue tanyakan)
 Ilham: "gimana? menurut lu, gue harus cari apa untuk dia? tahun lalu gue udah ngasih dia kado dari
            gambar yang lu buat, masak mau dikasih gambar lagi? Ah bingung gue"


  Sore itu hujan belum menunjukan kesehatannya, tak ada tanda tanda akan reda. Kami masih didalam bilik 1 x 1 meter itu, sempit dan berdesakan. Baterai HP gue lobet. "sial" pikir gue karena gue lupa bawak kabel buat cas-an. Lalu sesuatu terjadi, ini sedikit aneh dan mikir kalau kejadian ini sangat aneh bukan lagi sedikit. Bayangkan! Gue melihat Ilham pergi ke pencarian sejuta umat "Google" dengan keyword "Kado yg cocok untuk Mantan Pacar yg Anti Mainstream" Gila! benaran aja, masak cari begituan di-gugel. Batin gue. Lalu gue tanya tanya ke dia. Apasih yang ada diotaknya sekarang.

[buat catatan, mantannya ini memang mantan yang bisa bikin cowok seperti Iham -yang katanya Playboy Panam- bisa galau berkepanjangan -biasanya, mantan dia yang galau gegara ditinggalin-] (mungkin itu karma) 

 Gue: "Eh, emang kado yang kayak mana yang mau lu kasih ke dia?"

 Ilham: "Pokoknya yang gak mainstream lah! yang beda! Yang bisa buat dia keinget mulu, walau gue ini
            mantannya"

 Gue: "Heh..? kalau gitu, hobinya apa?         

 Ilham: "Tidur"

  Pertanyaan itu langsung saja terlintas di benak gue agar dapat ide apa yang harus kita beli buat mantannya ini. "bantal aja gimana?" gue jawab dengan nada datar "Iya! Benar! Itu dia!" sedikit berteriak, Ilham menjawab sambil menggepal tangannya, memberikan tinjunya ke gue melambangkan Tos! untuk berterimakasih.

  Hujan mulai reda dan kami pun segera melaju si roda 2 menuju pertokoan yang ada di Panam. Toko demi toko kami masuki tanpa membeli apapun, senja makin dekat dan bingun kami pun semakin kuat. "belum ada yang pas" menurut Ilham setelah gue tanyakan alasannya. "kenapa?" gue tanya lagi, ia pun bingung.

Ilham: "Oh ya, cari yang bermotif Sapi, dia sangat suka dengan Sapi"
Gue: "Handeeeeeeeeeeeeeeh ..."

  Bukanya apa-apa sih gue ngeluh, tapi ya.. bayangin! Sapi! Apa yang bakalan gampang dicari? Sapi itu maskot apa? Keroppi kek, donal bebek kek, atau domba domba begok yang digembalain ajing itu misal, kan gampang. Dan kami pun kembali mencari, semoga ada bantal yang ada Sapi-Sapi-nya. Satu, Dua, Tiga toko tak juga menemukannya, di toko keempat, kami akhirnya menemukannya.

Pencarian tak sampai disitu saja.

  Setelah selesai memilih-milih mana yang bagus buat dikadoin, kami sempat menemukan bantal warna merah jambu besar berbentuk hati dan ada gambar Sapinya. [peringatan! Jangan sesekali mencoba membeli apapun benda yang berbentuk hati jika itu buat mantan. Bukannya apa-apa sih, bayangin aja kalau lu diposisi si penerima kado dari mantan yang udah lu "lupain" (misal). trus lu dikasih kado berbentuk hati, apapun itu bentuknya. Kan gak lucu geng! Meskipun itu mantan yang lu sayang. HIH!] ada juga bantal gede-gede yang juga ada gambar Sapinya.

 Ilham: "Ini gimana mbun?"

 Gue: "Gila aja lu! Pikirin kotak kadonya, mau di bungkus apaan? udah, yang kecil kecil aja, asal gak  
          cabe-cabean"

 Ilham: "Kalau gitu cariin dong"

  Akhirnya gue ikut mencarinya dan menemukan 2 buah bantal guling lucu dan ada gambar Sapinya, setelah memilih mana yang lebih bagus kami memutuskannya untuk mengambil satu. Ilham sempat berkata kalau cuma bantal aja gak cukup dan ia mencari beberapa barang lagi, sempat terpikirkan oleh gue untuk menambahkan Jam Beker namun ia menolak "udah nyuruh tidur, malah disuruh lagi bangun" ada benarnya juga. #bersambung

[kado sudah didapat]


Langkah Terakhir: 

  3. "Bagaimana" Bagaimana cara memberikan kado

       Sebenarnya ini hanya tambahan.

    a. Keluarga atau Teman: tak ada yang khusus, cukup berikan dihari ulang tahunnya saja!
     b. Pacar: Usahakan jadi yang pertama, dan juga tak ada alasan yang lain!
     c. Mantan: Mikir Mikir Mikir!! itu yang harus dilakuin!

  Memang, mantan yang ngangein itu suka bikin ribet, kudu diperhatiin lebih [jadi, kalau punya pacar yang udah gak perhatian, putusin aja Bero dan Bera! siapa tau abis itu dia makin perhatian. Kalau dia ngajak balik jangan terima sampai ngajak nikah. Kalau gitu siapa tau aja kan punya Keluarga yang harmonis :)]

  Jadi, untuk ini juga gue pengen cerita lanjutan tadi. Bagaimana cara kami (lebih tepatnya Ilham, karena gue disini bukan pemeran utama *sedih*) bisa ngasih kado itu dengan keren dan antimainstream


[keesok harinya, setelah pencarian panjang]

  Disore yang sama seperti hari kemarin dan dengan rau wajah yang sama pula -untung saja bajunya gak sama- Ilham datang ke rumah gue langsung ngajak main kerumahnya menyusun rencana buat seserahan kado buat mantannya. Bukannya Ilham gak mau di rumah gue, tapi gue yang gak mau karena dirumah banyak kuping yang akan mendengarkan dan langsung menyampaikannya lewat mulut hingga terdengar ke telinga gue "lu urusin pacar orang aja, berpaca kapan?" - seisi rumah.

  Sesampainya di rumah Ilham, secangkir kopi sore dan sebungkus kurang 2 batang Gudang Garam menyambut awalnya pembicaraan panjang kami, tapi gue gak mau cerita panjang lagi sebab semakin panjang cerita ini, semakin dalam penderitaan gue [ini sudah hari ke-5 dari perencanaan penulisan gue]

  Setelah berdebat panjang kurang lebih 3 Jam dan menghabiskan 2 cangkir kopi dan setengah bungkus rokok, akhirnya gue -lagi lagi gue- mendapat ide yang lumayang antimanstream.

  Biasanya, orang akan mengusahakan mengucapkan kalimat "selamat bla bla bla" paling awal tepat pada pukul 00:00. dan memberikan kado keesokan harinya. Tapi berhubung hubungan mereka ini sudah berpisah sejak lama, sekitar 1 tahunan, surprise adalah tujuan kami untuk rencana kali ini. Tapi lagi, karena
surprise juga sekarang menjadi mainstream karena banyak orang melakukannya, kami membuat
surprise yang surprise. Ya! pokoknya gitu. 

  "Nanti, tepat pukul 00:00. lu sms dia untuk mengucapkan "selamat" dengan sesederhana mungkin. Jangan lebay! pokoknya sederhana dan jangan ngebantah. Trus biarkan dia berpikir kalau lu udah gak ada perhatian lagi kedia dan jangan balas smsnya kalau dia sms lu ngucapin trimakasih atau apalah itu, sok sok cuek aja, biarin dia mikir aneh aneh. Besoknya!! atau malam di detik detik hari kelahirannya usai, lu kerumahnya dan bawa kado ini! Jam 11:30 lu harus ada dirumahnya dan pastiin dia ada dirumah! lu telpon atau apa kek, pokoknya lu kasih ke dia kado ini dimalam terakhir hari kelahirannya. trus ucapin kedia 'mungkin untuk jadi yang pertama, aku memang lah yang pertama, tapi aku muak dengan itu dan izinkanlah aku jadi yang terakhir kali ini' Jangan tambah tambahin kata kata gue! tapi lu juga kudu pintar pintarlah! gue yakin, sekeras apapun hati mantan lu pasti bakalan bikin dia ...." pembicaraan gue sampai disitu, gue gak sanggup ngalanjutinnya sebab itu adalah mimpi gue buat ngasih kado untuk seseorang yang benar benar gue sayang #CurCol. Sementara Ilham gue lihat termenung sepuluh ribu bahasa memahami perkataan gue sampai sampai abu rokok yang ada di tangannya pun jatuh *mendramatisir*.  "pokoknya abis lu kasih, trus lu matiin telpon lu, lalu pergi" lanjut gue.
                          -------------------------------------------------------------------------------------------------------------

  Dua hari berlalu, gue belum dapat kabar tentang keberhasilan rencana gue dan Ilham. Hari ke-3 Ilham datang dengan senyum yang sedikit dipaksanya, gue yakin rencana itu gagal tapi dia menutupinya dan akhirnya menyerah untuk menceritakannya ke gue. Memang waktu itu gue terlalu bersemangat untuk memberikannya pertolongan tapi apa boleh buat.

  Kabarnya, rencananya gagal karena malam itu dia gak ada di rumah, dia lagi jalan bareng cowoknya, meski kado itu sampai ke rumah mantannya tapi itu hanya sekedar Ilham menitipkan ke orang yang ada di rumah mantannya. sedih memang tapi itu kehendak tuhan kalau jodohnya bukanlah mantannya~ mungkin untuk saat ini. Gue lega sekarang melihat Ilham tak lagi galau karena mantan, meski sesekali iya teringat. Gue bilangin ke dia kalau itu hal yang wajar meski lu adalah lelaki terganteng di dunia ini -ke-2 setelah gue pastinya-. Lu bakalan mengalami yang namanya putus cinta. Maklum itu adalah proses pendewasaan, yang paling penting kado itu sampai meski yang lu terima cuma ucapan terima kasih saja yang penting ia tau perasaan lu dan ia memiliki alasan untuk nantinya menyesal. Lupakanlah. Teman - hhe
 


-Mungkin gue hanya ingin bercerita tentang pengalaman teman gue di dalam blog ini. Mudah mudahan ada yang bisa diambil dan Tips ini membantu. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan pada tab komentar. Trimakasih dan Untuk Ilham Ganbatte!! *tetiba ngejepang*-




S:
Gambar [google]
bahasa [google]
 Cerita ini sudah mendapat izin oleh orang yang bersangkutan.






Pengikut BEGO-BLOG