3 Agustus 2014

Nda.


Angin begitu kencang
Rintik hujan begitu bising
Dingin ngilukan tulang.
-ya, sebelumnya ini juga sering terjadi. 

Namun, rasa itu, semua, kini bisa kusebut candu paling rindu. 

Hai, Nda adakah sehat dalam dirimu? (ini pertanyaan bodoh)
Dulu, aku pernah begitu terpuruk di dasar bingung paling dalam, tersesat dalam kegelapan mencari arah, terombang ambing menentukan pilihan dan berujung di tempat aku menemukanmu.

Ada cahaya dimata sayumu
Ada harapan di senyum simpulmu
Ada pesona di raut wajahmu
Aku suka kamu. Bahkan untuk kekuranganmu.

Kita mulai bercerita tentang masalalu, berbagi luka dalam cerita duka, tawa dalam cerita bahagia. Aku merasa mengenalmu, sudah, di kehidupan sebelumnya, sepertinya. Sebab begitu mudah mengerti ceritamu, memahami lukamu, menikmati senyum tawamu. Aku rasa kau cerminan masalaluku, dalam bentuk anak kecil yang centil, imut dan manis. 

Tebaklah, aku ada dikebalikan deskripsi barusan di masa kecilku. Hha. 


Kita lanjutkan untuk saling percaya, menjaga, hingga tujuan akhir yang terancang tanpa harapan namun bergerak menuju nyata -meski perlahan.










Aku mulai mengenalmu. 
Lebih dalam.
Sedalam kejujuranmu. 

Tentang hidup.
Tentag cinta.
Tentang masa depan
dan
Tentang masalalu.

Semua terangkum dalam kepala, aku, terkagum;

Dalam  tubuh yang kecil, ada cerita yang besar
Dalam senyum manis, menutupi luka mendalam
Dalam bibir bising, iyalah pemilik senyum manis, tadi. 

Jika masih ada yang ingin kamu ceritakan, Nda.
Aku siap jadi pendengar yang baik untukmu, dari masalalu sampai impianmu.





Pemilik nama lengkap: Viska Adinda. 

Begitu banyak yang ingin aku tuliskan jika itu perihal tentangmu. 
Namun, biarkan aku catat sendiri dalam hatiku, dalam ingatanku.
Bahkan dalam keegoisanku. 

Seperti egois yang menginginkan cintamu hanya utukku.






Pengikut BEGO-BLOG