20 Agustus 2014

Beruang Cokelat (Lahir dan Mimpi)




Kali ini, kupersilahkan seekor Beruang Cokelat untuk bercerita.



  Hai, namaku Beruang Cokelat tetapi bukan berarti karena aku 'cokelat' kenapa orang tuaku memberikan nama demikian. Mungkin karena aku dan cokelat sama-sama manis-lah itu sebabnya ada cokelat di namaku. Ah bercanda, orang tua-ku 'tak pernah serius memberi nama untuk anaknya; termasuk kakak kakak dan adik adikku. 

  Tapi, bukan itu yang sebenarnya ingin aku ceritakan, melainkan ceritaku saat perjalanan menuju 'cinta' dalam 'semalam'. (cyaaelah, lagak eug bicarain cinta)

  Senja itu sangat indah, meski singkat. Itulah sesingkat singkatnya kata untuk menggambarkan ketika pertama kali aku jatuh cinta. Tapi ini bukan cerita yang dimulai dengan sebuah pelangi warna warni. Ini cukup kelam pasti, sampai pagi kembali untuk memulainnya lagi *langsung saja kita ke waktu malam itu..



***

  Aku berada di bawah langit hujan berjalan dengan gontai, melemas lunglai. Tidak ada yg jelas di mataku, semua tampak samar, aku menatap nanar jalanan, rambutku basah dan bulu buluku melembab, gatal. Aku terus berjalan membawa harapan ditemani gemuruh petir, kekadang cahaya kilat memantulkan bayanganku pada lacah menampakkan seekor Beruang Cokelat menyedihkan-tanpa harapan dan tujuan terpapar diwajah murungnya.

"ah, itu siapa?" Pikirku dalam tanda tanya
"ia tampak mengenaskan..." lanjutku dalam hati.

  Aku memulai kembali perjalananku.

  Aku berjalan dengan sfx. gemuruh petir yg sedari tadi tak mau tenang diam dan cahaya kilat tetap menerangi penuh harapan "haaah..? Aku berharap pada cahaya yg sedikit ini?". Hujan 'tak kunjung henti, badanku menggigil seakan tak ada hari esok untukku tapi aku belum mau mati, meski tersiksa, aku masih memiliki hutang berupa mimpi untuk dilunasi. 

  Aku mencoba beristirahat, berharap malam ini cepat berlalu. Sebatang pohon 'tak berdaun ini semoga akan melindungiku. Dengan cahaya kilat, terlihat batangnya yang kecokelatan, pohon ini sepeti tak memiliki tanda tanda kehidupan. Kuputuskan untuk tidur sejenak dalam hitungan detik...
 
  Tetiba aku mendengar nyanyian dari seekor Beruang Betina, begitu merdu hingga membuatku tenang, sesaat kemudian aku terlena, terbawa syahdu suaranya hingga akhirnya kenyataan membangunkanku dari mimpi indah itu..


Ah, betapa bahagianya aku.
Ah, betapa bersyukurnya aku. 
Kala itu.
Meski sejenak.
Meski tak nyata.
Mimpi itu membuat warna malam ini.


Aku melanjutkan perjalananku...



BERSAMBUNG...

















Pengikut BEGO-BLOG