7 September 2014

Beruang Cokelat (Tanpa Cahaya)

Aku kembali.
Masih Beruang Cokelat namaku dengan cerita perjalananku menuju 'cinta' dalam 'semalam'

  Kilat kembali menampakkan cahayanya hingga membuatku mampu melihat sesosok yg memperhatikanku, kemudian hilang bersama gulitanya malam, namun aku masih mendengar suaranya. Suaranya lembut, perkiraanku dia adalah seekor betina. Aku tak tau apa jenisnya tapi ia tampak begitu perduli padaku, awalnya masih dalam pemikiran yang masih dikira kira

tapi..



   Kekurangan cahaya membuatku tak mampu melihatnya dan entah kenapa, cahaya kilat tak lagi muncul dan gemuruh petir tak terdengar, hujan agak mereda namun dingin masih memelukku. Suara keperdulian itu masih terdengar, tak kiranya seperti sang Kodok yang bernyanyi meminta hujan kembali melebat. Namun suara itu membising disaat aku benar benar ingin ketenangan. Ia selalu menanyakanku tanpa menampakan diri. Mungkin bukan salahnya namun cahaya benar benar tak ada.

Kupikir;
ah, lumayan, ini menemaniku
mungkin saja esok dia akan tampak
mungkin saja besok ia benar nyata


  Namun semakin lama hanya bising yg kudapat dan kudiamkan sejenak berharap pagi cepat tiba. Perlahan suara itu memudar membuat pikiranku menemukan titik terang, kira kira yang ada dibenakku tersadar bahwa ia hanya butuh teman menuju paginya.

Sampai suara itu benar benar menghilang
Kupercepat langkahku.
Menuju ke arah yang sebenarnya akupun tak tahu.
Semua tergantikan oleh deru angin menyambut hujan lebat datang kembali 
Petir
Kilat dan Cahayanya
Aroma Hujan yang Khas
Kembali terasa..

Kulanjutkan perjalanan tengah malamku.


BERSAMBUNG..

Pengikut BEGO-BLOG