28 November 2015

Untukmu, yang Terhalang Restu




Cieeee….. Sebenarnya sudah lama masalah ini-keini berlalu, cinta yg tulus, yang membahagiakan seharusnya, menjadi semacam benalu dalam benak orang tua kebanyakan menganggap cinta ‘anak – anak’ adalah masalah remaja dan alhasil; mereka tak mengizinkan anaknya berpacaran – bahkan untuk memikirkan cinta pun pacaran apalagi jodoh yang dianggap akan mengganggu pelajaran yang katanya sih untuk masa depan sianak. Ya, padahal cinta juga masa depan, bukan?  

Halim dibesarkan oleh keluarga yg broken, menganut paham bahwa cinta tak mengenal harta, tahta juga usia. Cinta juga bisa bersarang bagi umatNYA yg nelangsa dalam hidupnya, tak beruntung dalam setiap tindakannya, ia jua akan mencintai dan dicintai, tanpa peduli dengan tiga itu-keituan yg biasa menghalang-halangi cinta (harta, tahta juga usia). Sedangkan Ningsih, seorang gadis yg baik dalam bibit, bebet maupun bobotnya, berada dalam keluarga terpelajar membuatnya terkurung belenggu kepintarannya lalu menjadikannya bodoh dalam urusan non-di-didik-an, sebab yg terdidik tau selalu orang tualah yg benar, meski salah harus dibenarkan.

Terjalinlah hubungan yg biasa bisa kalian bayangkan, itu-keitu membosankan diantara Halim dan Ningsih. Terserah seperti apa yg kalian bayangkan tentang orang yg berpacaran, seperti itulah Halim dan Ningsih. Bahagia-sebahagia biasa-biasa saja. Menurutku. Namun tiap cerita cinta yg membosankan itu, biasanya ada aral yang menghadang, termasuk kisah yang dijalani Halim dan Ningsih. Mereka terhalang restu pada apa yg paling benar, didoktrin semenjak kita lahir; orang tua. Seolah-olah, restu bagai momok untuk cinta, benalu bagi yg memiliki rasa hingga menciptakan apa yg disebut ‘harus’ jika tak ingin di-cap durhaka.

Di akhir cerita, seperti biasanya, karena mereka bukan tokoh utama dalam novel happy ending, mereka mengalah kalah oleh kebodohan restu yang dipalang orang tua Ningsih. “dalam keluarga yang broken berarti bukan keluarga yg baik-baik, sementara tahu itu bukan kebaikan bukankah bijaksana untuk melupakan? Sebab cinta akan tumbuh dengan sendirinya saban waktu saat kamu mencoba melupakannya” itu yang selalu didoktrin orang tuanya si Ningsih padanya -semenjak tahu anaknya berhubungan dengan anak dari keluarga broken. Dengan kalahnya mereka oleh restu, dapat disimpulkan bahwa cinta yang semala ini Tuhan beri ke mereka hanya sia-sia percuma, hampa tak berguna.  (ciaelah..)



Cinta dan atau jodoh itu rahasia Tuhan, kami hanya bisa mengalah pada orang tua juga Tuhan” elak mereka, Salim dan Ningsih saat teman temannya bertanya kenapa. Percayalah kawan, cinta itu memang milikNYA dan dititip pakai pada kita untuk mencintaiNYA juga dia, sementara jodoh yangorangbilangsudahdiaturTuhan itu sama saja dengan tak percaya pada cinta itu sendiri; hanya akal bulus untuk menguatkan hati dari takdir ngeri. Sebab dititipkan Tuhan cinta pada kita untuk kita pilih jodoh dan Tuhan-lah yang akan menuntunya dengan doa hambanya yg tulus. Restu cinta hanya diminta pada tuhan dalam ijab Kabul yang sah. Untuk menuju hal yang halal dan atau sah, Tuhan beri cobaan pada tiap hati yang siap. Maka jadilah mereka jodoh yang ditakdirkan.
 
Grrrrrr

Gimanayah, gamblangnya gini aja, lu dikasi ama tuhan cinta, untuk lu gunain sebaik-baiknya, seharusnya lu tuntun cinta lu, bukan cinta yg menuntunlu lalu lu pasrah kalah gitu aja, kadang ada yg orang tua bilang gini “masih sekolah jangan pacaran, belajar yang baik supaca masa depan juga baik” nah ini nih… yg orang tua kadang gak tau kalau cinta juga masa depan dan kudu belajar sedari dini supaya gak salah pilih nanti. Orang tua bukannya gak tau sih, yah mungkin hanya karena cemas jika cinta anak anak (cinta monyet) akan merusak tunjuk ajar anak-anaknya. Mungkin. Tapi bilangin deh sama orang tua lu pada kalau cinta juga menjadikan tunjuk ajar untuk anak menjadi hal yang lebih baik sebab cinta adalah kebaikan jika dituntun dengan baik. Yah kalau gak digunain secara protap-nya, obat untuk kesehatan aja bisa jadi benda paling haram di dunia; Narkoba.  

Ah, sekian dulu
Salam buat yg bekstrit.

NB: kalau gamampu lepas ajayak.




Pengikut BEGO-BLOG