8 November 2012

Big Box


  Entah apa yg terjadi. Kurasa ini hari semakin mengingatkanku akan ketakutan benda² besar. Kala itu usiaku masih saja menginjak 7 tahun. Aku baru saja merasakan seragam merah putih di sekolah. Bukan, itu bukan maksudku. Senin sore yg mentari tak lagi terik aku baru saja pulang sekolah. Ini hari pertamaku. "mama .... Aku pulaaang" "gimana sekolahmu, apa saja yg di berikan gurumu tadi di sekolah ?" Percakapan ini tak terlalu penting bagi kalian mungkin, tetapi ini awal dari ketakutanku. 

  Aku langsung menuju kamarku yg terletak di lantai 3 dari rumah toko-ku dulu. Aku bersender di tepi dinding pojok kamarku. Huhf, ! Rasanya kala itu melelahkan bagiku setelah seharian aku bermain di sekolah. Aku coba mengambil gambar yg aku coret di kelas, pas jam istirahat tadi. Kira² bergambar tumpukan kotak besar yg tertada tidak rapi. Aku heran kenapa bisa aku menggambar itu. Tapi menurutku gambar ini sedikit begitu nyata bagiku.



  "Rambuuun, kamu sudah makaaan ?" "Udaah maa, tadi mbun makan di sekolah" Depp, !! Seketika telingaku pengang, berisik. Lalu terhenti tiba². Aku tak mendengar apa² lagi. Semua kosong, "Mamaa.. maaaa" Bahkan suaraku sendiri tak lagi terdengar. Aku berlari menuju dapur, yg juga berada di lantai 3, aku kira mama ada di sana. Awalnya aku berjalan normal, namun seperti ada yg mengikutiku, aku melihat kebelakang, ternyata ada beberapa kotak tertumpuk acak di belakangku. "MAMAAAAAA... MAAAA" Aku mulai menjerit, kurasa mama udah turun kebawah. Ku cepatkan langkahku, kotak² di belakang seperti mendekatiku, dan semakin lama perasaanku semakin takut. (dalam kejadian sebenarnya). Aku benar² tak lagi mendengar apa², langkahku semakin berpacu dengan dan perasaan ketakutan. "Mama... Aku takuuut" Seakan jeritanku mulai serasa dan terdengar dalam hati. Aku menuju tangga bawah, namun pemikiranku salah. Seketika aku terperangap dalam diam. Aku ketakutan. Aku melihat seonggok kotak kecil, namun ini banyak sekali, dan tersusun rapi tak seperti di belakangku. kala itu aku bingung dalam diam. Aku teringat kata guru tadi di sekolahku. "Apapun keadaanmu, dikala sedih, senang, susah, bahagia dan takut menggerogotimu. Ingatlah tuhan slalu ada di sampingmu. berdo'alah nak". Aku memejamkan mata, sambil terus berteriak, dalam hatiku aku berdo'a, lalu memejamkan mata. Gelap.


  "Berapa lama mbun tidur ma.. ?" Tanyaku pada mama yg sedang asik bercerita pada kaka tertuaku, disebelahku. Sepertinya tadi aku bermimpi. Tapi rasanya ini nyata, aku yakin itu, mama juga gak menjawab pertanyaanku. Aku langsung pergi mengabil pakaian di lemariku, seragam yg kukenakan kini akan dipakai lagi esok, kemuadian aku pergi bermain, pergi bersama teman²ku hingga larut malam.


  "Maaaa mbun pulang... Papa mana maaa ? Udah pulaang ?" "Bukannya langsung mandi, malah teriak² udah jam 8 kau baru pulang, darimana saja kau ?". Tampa menjawa papa udah pulang, mama langsung ngomel, kebiasaan. Lalu aku langsung bergegas kekamar membuka semua pakaianku, lalu berlari langsung kekamar mandi. "RAMBUUUUN... Udah sekolah masih suka telanjang ya ke kamar mandi !!" Tuh kan mama ngomel lagi.

  Usai segala aktifitasku hari ini aku kembali kekamarku, untuk tidur, rehat sejenak, memejamkan mata hingga 8 jam kedepan. Tapi entah mengapa kali ini rasanya sangat sulit aku untuk tidur. Lebih baik aku menyusun buku pelajaranku untuk di bawa esok. Kan aku sudah gede, gak perlu lagi mama yg membereskan perlengkapanku esok. Kerika mencoba mengabil tas, tak sengaja gambar tadi keluar dari dalamnya, tampa pikir panjang lalu aku memasukan kembali dalam tas. Aku takut kejadian tadi sore kembali terulang.

  Udah jam 20:30 Wib. mataku tak mau terkantuk jua, ini kenapa ? Apa kejadian tadi sore akan terulang ? Dalam benak aku bertanya. pikiranku tak lagi tenang, aku coba keluar kamar. Aku menuju kamar mama, aku langsung berlari, perasaan takutku mulai menggebu karena semua pendengaranku makin jelas terdengar, perasaanku teramat amat sangat kacau. Kotak² Besar di belakangku muncul lagi, tapi itu perasaanku, aku tak berani menoleh kebelakang.

  "maaa, buka pintu, mbun tidur di sini yaa" Lalu mama membuka-kan pintu kamarnya. "Udah gede juga, masih tidur di kamar orang tua" "Mbun taku maa, mama gk liat kotak² besar itu ?? Besar sekali maa, mbun takuut, papa mana maa ? Udah pulang belum?" "Papamu belum pulang, bentar lagi juga pulang, kamu tidur dulu, besok telat lagi bangunnya". Papa belum pulang, perasaanku mulai tak enak, mama terus menyuruhku untuk tidur, tapi aku tak bisa. Kotak Besar itu selalu terlintas di pikiranku. Aku takut sekali di kala itu.

  Paginya, aku mendengar teriakan mama. "Mbuun bangun, pintunya kok di kunci ?" Loh kok aku di kamar ? Bukannya tadi malam .... Ah mungkin benar kata mama, aku hanya sedang bermimpi.


Banyak kajadian yg sama setelah kejadian ini, sampai gue kelas 4 SD dan 3 Kali pindah rumah, dan gue masih merasakannya. 




Pengikut BEGO-BLOG