3 Oktober 2012

Love is not money

"Kebahagiaan Tidak Butuh Cinta - Katanya"
"Maybe"

 
Pagi ini cerah sekali ....

Taukah kalian ? Bahwa pagi adalah waktu pertama kali di mulai ? Bukankah kalian baru bangun pagi ini ?
Apa ? Pukul 00:00:01 itu sudah di mulai hari baru ? Bukankah kalian masih berada dalam mimpi untuk impian ? Atau salah satu dari kalian sedang bercanda denganku tadi malam, hanya tertawa kecil di dalam chat box :)

   Bicara soal mimpi, aku punya banyak sekali impian. Mimpi² yg biasanya kalian juga memimpikannya, iya kan .. ?. Apa mimpiku ? Ya, yg menebak aku ingin terbang, benar sekali. Hmm, ± seperti itu. Aku ingin sekali terbang. Bukan, bukan seperti burung atau pesawa dan sejenisnya. Aku ingin terbang dengan caraku sendiri, bagaimanapun itu. Aku igin terbang jauh meninggalkan bumi, menggapai awan pagi, dan berbicara padanya "Hay, Tuan penurun rezky (hujan), bolehkah aku meminta sesuatu ? Aku ingin kau jangan lagi menutupi bulan nanti malam, itu temanku, dia sudah menemaniku setiap malam meski aku terkadang tidur lebih awal. Tapi akhir² ini aku membutuhkan bulan, malamku kini sepi, karena bulan hatiku sudah pergi." 



  Ya hanya itu saja, jika di izinkan lebih lama lagi, aku akan bertanya. "Apakah kalian ingin ikut terbang bersamaku ? Ini menyenagkan" Jika iya kalian menjawab. Maaf. Aku takkan mengizinkan kalian terbang bersamaku, bersama kebodohanku. Aku takut sewaktu² kalian Jatuh. Lalu aku tak dapat meraih tanganmu. Hai dear taukah kamu apa yang akan aku lakukan untuk keinginanmu (terbang) ? Aku akan turun, kembali kebumi. Aku lebih memilih melihatmu dari bawah, mendengar suara kecil dari teriakan kuatmu di atas. Dan saat kamu jatuh karena kesalahan kecil maupun besar. Jangan takut ! Aku di bawah menjagamu, menyambutmu, merangkul tubuhmu, agar kembali kebumi dengan utuh. Ah, pagi ini aku capek sekali, aku ingin tidur lagi saja, yg penting kewajibanku sudah selesai. Menyapa mentari

  Tapi, ada yg aneh. Ketika aku berjalan menelusuri gang kecil yg di berinama Gg. Pear. Aku tak tau kenapa gang ini di berinama begitu, mungkin karena wanita yg tinggal disini memiliki body seperti buah pear, maybe. Ketika aku melangkah jarak demi jarak, mataku tekegum melihat sepasang suami istri yg ada di depanku. Ia sedang memunguti bekas kaleng minuman yang baru saja aku buang, aku memang nakal. Tapi, aku malah bukan menyesali perbuatanku, aku malah menyelonong saja lewat. "Hay dik, selamat pagi" Kata lelaki tua yg aku rasa masih berusia 45 tahunan itu. Aku menoleh kebelakang dan lalu tersenyum kecil, 

  "Da, sampah nan wak cari di siko lah abih, diak istirahat lu yo(Bang, sampah yang kita cari  di sini sudah habis, Adik istirahat dulu ya)" Kata perempuan di sebrang sana. Wah pikiran aku mulai kemana², kekepoankupun mulai menerjang, aku penasaran lalu menghapiri kembali bapak itu. "Pak, lah minum gai ko ? Lah mangopi ? Ngopi wak lu lah di kadai tu, ado yang nio wak tanyoan pak, lai buliahkan ?(Pak, udah saran ? udah minum kopi ? Yuk pak kita ngopi dulu di kedai itu, aku mau bercerita sedikit, bolehkah ?)" Seraya mengajak bapak itu. *dug* bunyi jantungku, ketika mendengar jawaban bapak, dia bilang kalau istrinya sudah sarapan, tadi bersamanya, dan dia gk suka kopi "wanita cantik itu mau tidur" tambahnya, ketika aku ingin mengajak istrinya minum kopi juga bersama kami. 

  Setelah kami memesan kopi, dan juga lontong guelai paku untuk sarapanku, karena bapak sudah sarapan dia cuma memesan kopi sambil mengemil gorengan yg ada di meja, dengan tawaranku tentunya. Bapak ini sudah menikah selama 14 tahun, memiliki 3 orang anak yg sedang bersekolah di salah satu sekolah di Pekanbaru. Syukurdeh kalau semua pembiayaannya ada yg nanggung, seorang guru baik hati yang memiliki rezky lebih yang bertanggung jawab. Allah memang adil ya, ternyata di kota yg perekonomiannya terikat ketat dengan keserakahan masih saja tuhan mengirim malaikat kecil seperti guru yg membiayakan anak² bapak ini.

Aku : Bapak menikah sudah berapa lama ? 

Bapak : hm.. 14tahunan lah, bapak juga lupa (sambil mengunyah goreng pisang yg ada di meja)

Aku  : Oh, kenal di mana pak ? 

Bapak : Oh kami di jodohkan, (Percakapan sudah diartikan menjadi bahasa Indonesia)

   Aku salut dengan bapak ini, mereka menikah tak pernah pacaran, namun kebahagiaan terpancarkan di senyuman mereka seperti tadi pagi. Aku lihat mereka tak pernah mengeluh, dan menurut pengakuan warga mereka tak pernah terdengar berkelahi, walau hanya pertengkaran kecil. Kata warga di daerah sini, mereka tak pernah mengeluh walau hidup mereka susah tak seperti kami (warga) yg selalu mengeluhkan suami jika tak memberikan uang jajan. Meski cuma sehari. - Ibu rosa, 30Th. Pemilik kedai kopi. Wah ibuk itu setia yaa pada suaminya, padahal mereka pasangan yg di jodohkan.

  Bapak juga juga memiliki jiwa besar, meski mereka hidup susah mereka tak berani mengemis, hanya menerima pemberian ikhas yg mau diambilnya. "Yang terpenting anak dan istriku dapan makan" semboyan yg keluar dari bibir bapak ini, yg kelihatan kering pecah². Enggak" kata bapak ketika aku tanya apa ia mencintai istrinya. Aku terdiam dalam lamunan, maksud bapak ini apa ? Sebegitu bahagianya dia memiliki istri yang setia, dan keluarganya yg tak pernah ada airmata kesedihan. Kenapa dia bilang tidak cinta ? Sambil meminum air putih akibat tersedak, aku menayakan "Kenapa" pada bapak ini.

"Cinta itu hanya milik orang kaya, Kami hanya memiliki bahagia dik, Jika kami memiliki cinta, mungkin kami tak begini, selalu bertengkar karena cemburu yg mementengi di antara kami, Jelek² begini bapak banyak yg suka loh" Berbahasa minang. Jawab bapak dengan nada datar, dan terkadang di tinggikan lalu di rendahkan di bagian akhir, seperti orang berpidato. Aku belum bisa mencerna maksud bapak ini, lalu aku berfikir sejenak. ....



 Aku melihat senyum dari mata bapak ini, Aku melihat tawa di balik mata ibu tadi. Pagi ini aku merasa aneh. Bapak hanya takut mengatakan cinta. Karena cinta itu buta, bapak tak mau buta karena cinta, kalau buta bapak tak bisa lagi melihat senyuman si ibu. Di mana ada cinta, di sana ada kecewa, bapak juga sempat bilang seperti itu. Manusia dapat mencintai labih dari satu, begitu dengan yg lain. Bapak cuma takut jika ada cinta, bapak tak mau lagi sama ibuk (Manusia itu makhluk pembosan). Cinta itu hanya milik orang kaya. Kami hanya bisa bahagia dengan kebahagiaan, kami tak butuh cinta. Itu yg dijelaskan bapak itu.

Kira² - Aku lupa bahasa pastinya, karena bapak menggunakannya pakai bahasa minang. Taukah kalian jika bahasa minang itu memiliki banyak bahasa yg tak bisa di artikan dengan bahasa indonesia ? . Ah sudahlah, lebih baik aku pulang, cuci muka lalu tidur pagi ini. 
Mungkin lebih suka mengatakan cinta itu sanyang Aku juga tidak tau



Banyak yg di sampaikan bapak tadi. Jika terlintas, mungkin akanku tuliskan di twitterku, atau sekedar membuat status di facebook-ku. Mungkin lagi menyalinnya di hati *eh



Wasalam. 


 

Pengikut BEGO-BLOG